Saat Negara Anggota Tak Bayar Iuran Bikin PBB Terancam Bangkrut

2 hours ago 1
informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online informasi terpercaya berita terpercaya kabar terpercaya liputan terpercaya kutipan terpercaya informasi hari ini berita hari ini kabar hari ini liputan hari ini kutipan hari ini informasi viral online berita viral online kabar viral online liputan viral online kutipan viral online informasi akurat online berita akurat online kabar akurat online liputan akurat online kutipan akurat online informasi penting online berita penting online kabar penting online liputan penting online kutipan penting online informasi online terbaru berita online terbaru kabar online terbaru liputan online terbaru kutipan online terbaru informasi online terkini berita online terkini kabar online terkini liputan online terkini kutipan online terkini informasi online terpercaya berita online terpercaya kabar online terpercaya liputan online terpercaya kutipan online terpercaya informasi online berita online kabar online liputan online kutipan online informasi akurat berita akurat kabar akurat liputan akurat kutipan akurat informasi penting berita penting kabar penting liputan penting kutipan penting informasi viral berita viral kabar viral liputan viral kutipan viral informasi terbaru berita terbaru kabar terbaru liputan terbaru kutipan terbaru informasi terkini berita terkini kabar terkini liputan terkini kutipan terkini slot slot gacor slot maxwin slot online slot game slot gacor online slot maxwin online slot game online slot game gacor online slot game maxwin online demo slot demo slot online demo slot game demo slot gacor demo slot maxwin demo slot game online demo slot gacor online demo slot maxwin online demo slot game gacor online demo slot game maxwin online rtp slot rtp slot online rtp slot game rtp slot gacor rtp slot maxwin rtp slot game online rtp slot gacor online rtp slot maxwin online rtp slot game gacor online rtp slot game maxwin online
Kantor PBB di Jenewa, Swiss. Foto: HJBC/Shutterstock

Sekretaris Jenderal Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres memperingatkan bahwa organisasi dunia itu berada di ambang krisis keuangan. Menurutnya, pada Juli 2026 PBB berpotensi kehabisan dana operasional. Ia telah menyampaikan peringatan tersebut melalui surat kepada negara-negara anggota.

Bagaimana PBB mengatasi masalah ini, berikut rangkumannya:

Iuran Lancar dan Tak Ada Tunggakan Keanggotaan

Antonio Guterres mengatakan penyebab utama PBB mengalami krisis keuangan adalah sejumlah negara anggota yang terlambat, bahkan tidak membayar, iuran keanggotaan.

“Entah semua negara anggota menghormati kewajiban mereka untuk membayar secara penuh dan tepat waktu, atau negara anggota harus secara mendasar merombak aturan keuangan kami untuk mencegah keruntuhan keuangan yang akan segera terjadi,” demikian bunyi surat tersebut, dilansir AFP, Selasa (3/2).

Kondisi ini memaksa PBB menerapkan pembekuan perekrutan pegawai serta melakukan pemangkasan anggaran di berbagai sektor operasional.

“Arah perkembangan saat ini tidak berkelanjutan. Hal ini membuat organisasi rentan terhadap risiko keuangan struktural,” lanjutnya dalam surat tersebut.

Menurut laporan keuangan PBB, meskipun lebih dari 150 negara anggota telah membayar iuran, organisasi tersebut menutup tahun 2025 dengan tunggakan sebesar 1,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp26 triliun.

Jika dibandingkan dengan tahun 2024, jumlah tunggakan tersebut lebih dari dua kali lipat.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berpidato dalam Debat Umum Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa di Markas Besar PBB di New York City, Selasa (23/9/2025). Foto: Angela Weiss/AFP

Besaran tunggakan itu juga hanya terpaut sekitar 600 juta dolar AS dari iuran Dewan Perdamaian yang diluncurkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump baru-baru ini, yakni mencapai 1 miliar dolar AS atau sekitar Rp16,7 triliun.

Dalam surat itu, Guterres menyinggung persoalan tersebut dengan nada frustrasi.

Lebih lanjut, Guterres memperingatkan bahwa jika tidak ada peningkatan signifikan dalam pembayaran iuran, organisasi persatuan dunia itu tidak akan mampu menjalankan program reguler 2026 yang telah disetujui pada Desember 2025.

“Realitas praktisnya sangat jelas: kecuali jika pengumpulan dana meningkat secara drastis, kami tidak dapat sepenuhnya melaksanakan anggaran program 2026,” tulis Guterres. “Lebih buruk lagi, berdasarkan tren historis, dana kas anggaran reguler dapat habis pada Juli,” pungkasnya.

Pernah Terjadi di 2019

Delegasi Perserikatan Bangsa-Bangsa menyaksikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres berpidato pada Sidang Umum ke-80 di Markas Besar PBB di New York City, Selasa (23/9/2025). Foto: Mike Segar/REUTERS

Krisis keuangan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) juga pernah terjadi di 2019. Saat itu berimbas pada pembayaran gaji para pegawainya.

Pada saat itu Guterres mengirim surat pada 37 ribu karyawan di kantor sekretariat PBB. Surat tersebut berisi keterangan situasi keuangan PBB yang mengalami defisit sebesar USD 230 juta atau setara Rp 3,2 triliun.

Sehari sesudahnya, Guterres mengumumkan akan akan mengambil inisiatif untuk memperbaiki kondisi keuangan, termasuk langkah-langkah penghematan.

Pria asal Portugal ini menekankan, inisiatif penghematan mesti diambil agar defisit tidak sampai bertambah besar.

RI Pastikan Iuran Sudah Dibayar

Jubir Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, saat memberi keterangan pers di kantor Kemlu RI, Jakarta, Selasa (3/2/2026). Foto: Firda Brillianti/kumparan

Kementerian Luar Negeri RI menerima surat dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada akhir Januari 2026 tentang kondisi keuangan organisasi internasional itu. Saat ini, PBB tengah mengalami krisis keuangan yang berpotensi menyebabkan kebangkrutan.

Kabar mengenai kondisi keuangan PBB disampaikan Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres pada akhir pekan lalu. Ia mengatakan PBB berpotensi kehabisan dana pada Juli mendatang akibat sejumlah negara anggota belum membayar iuran.

Guterres mengatakan krisis keuangan di badan yang dipimpinnya semakin mendalam. Kondisi tersebut bahkan mengancam keberlangsungan sejumlah program PBB.

Terkait hal itu, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan PBB telah menjelaskan permasalahan keuangan yang dihadapi melalui surat yang diterima pihaknya.

“Pada 28 Januari, Sekretaris Jenderal PBB mengirimkan surat kepada seluruh negara anggota PBB terkait situasi keuangan yang tengah dialami PBB,” kata Yvonne di kantor Kementerian Luar Negeri RI, Jalan Pejambon, Jakart Pusat, Selasa (3/2).

Read Entire Article